
WWF : Kehidupan Bawah Laut
2 produk
Prangko Kehidupan Bawah Laut
Penyu hewan purbakala sudah mendiami bumi sejak Triassic sekitar 220 juta tahun yang lalu. Indonesia, dengan 6 dari 7 spesies penyu yang ada di dunia, memegang peranan penting dalam upaya konservasi spesies dilindungi ini. Penyu saat ini diambang kepunahan disebabkan oleh aktivitas manusia yang tidak ramah lingkungan seperti pembangunan kawasan pantai yang merusak tempat perteluran penyu; perburuan penyu; pencurian telur; penangkapan tidak sengaja (by-catch) oleh nelayan udang dan tuna; dan pembuangan sampah di pantai dan laut. Reproduksi penyu yang sangat lambat tidak mampu mengimbangi laju populasi yang menurun drastis.
Dalam rangka ikut mengajak melestarikan kekayaan alam ini Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi menerbitkan prangko istimewa seri Kehidupan Bawah Laut pada tanggal 24 Oktober 2010 dan menampilkan 4 jenis penyu :
Penyu Lekang
Penyu lekang atau biasa disebut juga penyu abu-abu merupakan salah satu jenis yang berukuran kecil selain penyu sisik. Penyu jenis ini mengonsumsi udang-udangan.
Penyu Hijau
Penyu hijau adalah penyu terbesar di antara penyu lainnya yang memiliki karapas keras di punggungnya. Penyu hijau juga bermigrasi ribuan kilometer dari ruaya pakan menuju pantai penelurannya. Penyu hijau bermigrasi dari daerah pesisir selatan Pulau Jawa menuju ke pesisir barat Benua Australia dan pesisir utara Benua Australia, dari Indonesia ke Vietnam, Thailand, Malaysia, dan Filipina, dan Papua Nugini.
Penyu Belimbing
Penyu Belimbing merupakan spesies yang terbesar di antara jenis lainnya. Sangat unik karena merupakan satu-satunya spesies penyu yang tidak memiliki karapas keras, hanya berupa kulit yang tebal. Namun bentuk penyu belimbing yang aerodinamis membuat mereka dapat menyelam lebih dalam dan bermigrasi lebih jauh.
Penyu Sisik
Penyu sisik adalah satu-satunya penyu yang memiliki motif eksotis di karapasnya. Motif eksotis ini seringkali menjadi pilihan utama industri aksesoris dan busana dalam produksi pernak-pernik kacamata, bros, kancing, gelang, kalung, dan lain-lain. Selain itu, daging dan telur penyu sisik juga menjadi incaran masyarakat.
-
Habis stok
Rp 24.000
Tambahkan ke troli
Lihat
-
Habis stok
Rp 8.000
Tambahkan ke troli
Lihat